Bling Bling Ulang Tahun ke 49 Di Galeri Indosat Ooredoo



Sehari sebelum 21 Nopember 2016, saya baru landing dari Manado, tapi saya tak mau melewatkan begitu saja ulang tahun provider yang saya cintai sejak Tahun 2005 menggunakannya. 11 Tahun ya? Tak terasa. Dan dari provider ini saya mendapatkan kelancaran komunikasi juga data murah dan awet dari paket-paketnya yang selalu ter-update inovasinya setiap saat.

Ada Kopi Unik di Interfood Expo 2016



Baru banget saya lihat pameran industri makanan besar yang dihadiri ribuan pengunjung dan ratusan tenant di dalamnya. Saya sampai betah keliling-keliling di JIEXPO Kemayoran yang menjadi tempat event ini. Saya hadir di hari Sabtu, 12 Nopember 2016 untuk mencari inspirasi dan konten tentang industri makanan dan peralatannya.

Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan Berikutnya



Beberapa teman saya sering cerita bahwa tiap enam bulan rutin ke Singapura atau ke Beijing untuk medical check up atau melakukan konsultasi kecantikan. Alasannya, medical check up di sana katanya moderen, profesional, dokternya punya kompetensi tak diragukan dan masih banyak lagi alasan yang dikemukakan.

Saya sampai berpikir, dari sekian banyak dokter di Indonesia, apakah tidak ada yang sebanding dengan dokter-dokter di Singapura atau Beijing yang diceritakan teman saya itu? Terus, apakah potensi alam Indonesia yang indah ke mana-mana kurang jadi magnet buat berwisata dan diintegrasikan supaya jadi destinasi wisata kesehatan juga buat masyarakat Indonesia dan turis.

Indonesia Diecast Expo 2016 Gudang Inspirasi Industri Kreatif


Industri kreatif itu memang tidak dibatasi pada bidang tertentu saja, apa pun yang dikerjakan dengan semangat karya yang maksimal akan menjadi sesuatu yang banyak diminati dan dicari. Contohnya dalan Indonesia Diecast Expo 2016 atau IDE yang diadakan di Balai Kartini dari 29-30 Oktober 2016. Bertema “Japan Domestic Market” Mengambil Tagline “Age Doesn’t Matter” karena kali ini tak menyasar pasar laki-laki saja. Perempuan dan anak-anak pun dirangkul dalam event IDE tahun ini.

Mobil Kekinian Pilihan Anak Muda

Mobil bisa jadi rumah ke dua atau ke tiga bagi sebagian orang. Apa lagi jika perjalanan memakan waktu karena jarak tempuh dan macet. Jadi, sebaiknya memilih mobil harus nyaman dan diusahakan fleksibel untuk melakukan aktivitas menyenangkan di dalam mobil. Biasanya anak muda yang suka suasana fun saat berkendara tapi tetap aman terkendali saat berkendara.

Mobil123.com menjawab kebutuhan mobil anak muda tersebut dalam Portal Otomotif nomor satu penyedia jasa jual dan beli mobil baik baru maupun bekas berbagai merek. Dalam sesi diskusi yang dilakukan di Atmosphere Cafe and Resort Bandung, 28 Oktober 2016 ini, mengangkat tema talkshow “Memilih Mobil Terbaik Untuk Anak Muda” dihadiri Blogger yang berada di Bandung dan Media.

Peralatan Awet Karena Tepat Gunakan Sabut Spons

Beberapa tahun lalu, saya selalu boros dalam membeli peralatan makanan juga peralatan masak. Sebentar-sebentar bocor, karatan, gores-gores, gosong dan kerak yang tak kunjung bersih karena susah dibersihkan.

Saya sempat konsultasi ke orang tua di Bandung atau saudara yang main ke rumah. Menurut mereka, cara menyuci peralatan tersebut sudah benar. Lalu saya bingung, di mana yang salahnya?

Setelah melihat kronologis cara mencuci peralatan dari waktu ke waktu, saya mencobauntuk mengubah kebiasaan menggunakan spons. Kebiasaan kurang baik saya, saat menggunakan spons dua langkah yang sebenarnya tak disarankan. Untuk peralatan masak yang susah dibersihkan atau berbau anyir, biasanya saya menggunakan kantong kresek yang digulung lalu dibasahi dan pakai sabun cuci lalu digosok-gosok pada peralatan masak dengan brutalnya. Bersih hasilnya, tapi meninggalkan bekas yang tak berubah kembali seperti semula. Dan banyak lapisan anti karat serta lapisan pelindung peralatan masak tersebut yang rontok, aus akibat kebrutalan kresek itu.

Memungut Kepingan Sejarah dan Budaya Yang Belum Terangkat Di Musikal Khatulistiwa Behind The Scene

Kru dan Produser membuka acara
Dua minggu yang lalu, saya menulis tentang Drama Musikal Khatulistiwa yang diproduksi oleh CIMB Niaga, Yayasan Djosodirjo dan Zig Zag. Akan tayang di Teater Taman Ismail Marzuki pada 18-20 Nopember 2016. Pada acara konferensi pers saat itu, semua tim pendukung sudah menjelaskan semua persiapan, konsep dan segala hal terkait pementasan Drama Musikal Khatulistiwa ini.

Tak menyangka, saya diundang lagi untuk menyaksikan Drama Musikal Khatulistiwa Behind The Scene pada 18 Oktober 2016 di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan. Di sana lebih detail lagi diinformasikan semua persiapannya, Semua narasumber memberikan penjelasan yang akurat, mulai produser, budayawan, koreografer, perancang kostum dan para pemainnya.

Asep Kambali, Budayawan
Awal acara, Asep Kambali, Budayawan berbagi pengetahuan tentang pentingnya memahami Sejarah serta melestarikannya.

“Memberi edukasi sejarah mudah saja, praktikan dalam cerita menarik kepada anak-anak saat ngobrol atau jalan-jalan. Sambil menjelaskan situs-situs atau segala hal yang ada kaitannya dengan sejarah dalam kehidupan sehari-hari. Kemas cerita dengan menarik” Kata Asep.

“Tak akan ada yang tertarik datang ke suatu tempat jika tak ada sejarahnya. Misalnya, orang Paris tak akan ke Jakarta jika Monas sejarahnya sama dengan Menara Eiffel begitu pula sebaliknya. Jadi, sejarah pun merupakan suatu potensi wisata.” Asep menambahkan.

Dalam hal terkecil, seperti nama jalan, nama pahlawan dan asal usul sesuatu yang menjadi ikon, jarang kita mencari tahu apa filosofinya. Misalnya, adakah yang tahu Jalan Daan Mogot itu dari kata apa? Belum banyak yang tahu bahwa Daan Mogot adalah salah satu nama Pahlawan Nasional Indonesia. Ada yang belum tahu juga kan, kalau H.R Rasuna Said itu perempuan? Hehehe. Dan apa arti kata “Pahlawan” ? Saya baru tahu juga kalau Pahlawan itu artinya Pahala-Wan. Makanya gelar Pahlawan diberikan bagi yang sudah meninggal.

Ben, anak SD yang tertarik sejarah, bertanya ke Kang Asep

Generasi muda harus diajak untuk memahami dan melestarikan sejarah, dengan sejarah bisa menjadi pengikat dan pemersatu bangsa. Selain itu, jika sejarah benar-benar dipahami, akan menjadi acuan untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu serta menghargai semua jasa-jasanya.

Paparan Asep Kambali begitu mencerahkan dan membuka wawasan kami yang hadir. Peserta kali ini, bukan hanya Blogger tapi anak-anak sekolah menengah dan mahasiswa dari DKI Jakarta dan sekitarnya pun ikut hadir.

Mengapa soal sejarah ini penting diulas menjelang gelaran Drama Musikal Khatulistiwa ini? Karena perlu diinformasikan kepada masyarakat supaya dalam membuat sesuatu harus berdasarkan akarnya, tidak boleh asal. Misalnya, dalam Drama Musikal Khatulistiwa ini, menceritakan beberapa pahlawan nasional dari 7 daerah di Indonesia. Pasti melalui proses survei dan data tentang tokoh-tokoh yang diangkatnya. Mulai dari asal usul sampai detail-detail lainnya.

Setelah maghrib dan istirahat makan malam, kami menyaksikan proses latihan para pemain yang diselingi paparan sutradara Adjie N.A sebagai sutradara, mengungkapkan bahwa penjiwaan karakter tokoh dalam drama musikal harus total, untuk itu perlu pendekatan dengan mengetahui kepribadian tokoh yang diperankannya.

Adjie N.A memberi wawasan tentang permainan drama musikal

“Monolog dan Dialog harus diperhatikan, dalam drama musikal dua teknis ini dibutuhkan sebagai penghidup drama dengan kolaborasi musik.” Kata Adjie.

Perancang Kostum di Drama Musikal ini pun berbagi bahwa membuat kostum pemain drama itu tidak sama pola dan teknisnya dengan baju biasa, karena dalam permainan drama selalu dituntut cepat untuk ganti kostum, salah satu contohnya, pemasangan kancing hanya ditempel, baju bisa merekat karena perekat lain yang mudah dibuka.




Koreografer, produser, penulis skenario, penata musik dan semua kru Drama Musikal Khatulistiwa ini semua berbagi bocoran persiapan pertunjukan ini. 100 talent pendukung acara ini dibagi waktunya untuk berlatih mulai pukul 17.00 hingga 23.00. Nantinya, pertunjukan ini akan menghabiskan waktu lebih kurang 2,5jam.

Ahmad Emir Farabi dari Sun Life Indonesia pun hadir dan menyatakan dukungan penuh atas Drama Musikal Khatulistiwa ini dan mengajak semua elemen untuk ikut peduli terhadap sejarah dan budaya Indonesia karena identitas bangsa harus dipertahankan.

Drama yang dipersiapkan matang dan maksimal ini, melihat latihannya pun terasa merinding bangga, apa lagi kalau nonton pertunjukannya nanti.

Saya sangat senang terlibat dalam Drama Musikal Khatulistiwa ini walaupun dalam kapasitas sebagai blogger, setidaknya dapat menyiarkan berita ini sebagai bagian dari edukasi bagi masyarakat untuk memahami sejarah dan budaya dengan cara yang mengasyikan melalui tontonan drama musikal.

Bagaimana cara melestarikan sejarah dan budaya bangsa pada generasi muda? Biasakan anak-anak senang pergi ke museum, perpustakaan, gemar membaca dan dampingi mereka, ketika bertanya hendaknya dijawab dengan cerita yang asyik. Sehingga anak tidak merasa bosan ketika berada di tempat-tempat sejarah.

Buat blogger dan vlogger pun sama, perbanyak konten blog atau video nya dengan ulasan tempat bersejarah dengan kemasan cerita menarik dan bisa menjadi magnet pembaca untuk ingin tahu tempat tersebut datang berbondong-bondong untuk mengetahui dan belajar.


Atau, ajak anak-anak menonton Drama Musikal Khatulistiwa ramai-ramai bersama keluarha Tanggal 18-20 Nopember 2016 nanti karena acara ini dikemas fun dan dijamin tak akan membosankan. Karena saya sudah melihat latihannya dan proses yang berkualitas pasti menghasilkan pertunjukan yang maksimal. Apa lagi dalam drama musikal ini, banyak cerita sejarah yang belum diketahui dan tak banyak diceritakan. Jangan lewatkan! Tak sabar saya ingin menonton.