Biji Bunga Matahari Menginspirasi Bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics - Dunia-Spasi

Monday, 26 November 2018

Biji Bunga Matahari Menginspirasi Bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics

Bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics


Sekarang banyak anak usia sekolah dasar sudah berkacamata, bahkan anak saya Sekar juga sejak kelas 5 SD menggunakan kaca mata karena efek sering menggunakan laptop dan gadget lainnya. Melihat hal ini, saya jadi khawatir ke depannya akan menambah beban matanya karena semakin besar, aktivitas berinteraksi di layar monitor laptop dan smartphone semakin intens frekuensinya.

Menurut penelitian ResearchNow pada Juli 2017 di beberapa negara Amerika, Eropa, Asia yang salah satunya di Indonesia, menunjukkan bahwa hampir setengahnya dari anak – anak secara global menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di depan layar ponsel, tablet, komputer atau TV.

Tak hanya laptop dan gadget penyebabnya, penerangan lampu pun sama. Berakibat langsung dalam menurunkan fungsi penglihatan setiap orang jika pencahayaan tidak pas. Misalnya, saat ingin membaca tapi lampu cahayanya redup dan dipaksakan membaca sehingga mata perih dan lelah bahkan sakit kepala. Atau ketika lampu terlalu terang, berefek silau dan mengganggu juga.

Sebagai solusi menjaga kesehatan mata, selain rutin memeriksakan mata anak dan mata saya sendiri setiap enam bulan sekali, saya pun gencar mencari informasi soal tips memelihara mata serta menjaga kesehatannya.

Maka, saat Philips menggelar acara talkshow seputar kesehatan mata yang menghadirkan dokter mata kompeten, di saat yang sama meluncurkan produk barunya yang disesuaikan dengan moment Hari Kesehatan Mata Sedunia.

Bolham MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics dengan tekstur biji Bunga Matahari

Produk yang diluncurkan tersebut adalah bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics yang terinspirasi dari pola biji bunga matahari yang meningkatkan kenyamanan pada mata dan mengurangi efek silau hingga 35%.

Mengapa bisa sekeren ini manfaatnya? Karena menurut Rami Hajjar, Country Leader untuk operasi/bisnis Signify, Bohlam Philips MyCare LED dengan Interlaced Optics ini sudah disesuaikan dan mengacu pada inovasi yang disesuaikan sebagai solusi untuk meratakan penyebaran intensitas cahaya di sekitar pusat bohlam dan menerangi area ruangan lebih luas.

Dengan penyebaran cahaya merata seperti ini, membuatnya ideal untuk membaca, menulis dan belajar. Tak ada lagi kekhawatiran berlebihan para orang tua untuk mengkondisikan anaknya saat belajar atau beraktivitas karena penerangannya cukup dan melindungi mata.

Dengan Interlaced Fiting E27 tersedia dalam dua pilihan warna, putih dan kuning dengan daya 4W, 6W, 8W, 10W dan 12W. Mumpung masih ada promo, ada paket Beli 3 Gratis 1. Jadi jangan lewatkan sebelum masa promo dan persediaan habis.

Mengapa investasi kesehatan mata itu penting? Sebab dibuktikan dengan penelitian ResearchNow, dua pertiga orangtua menyadari pentingnya pencahayaan berkualitas dalam meningkatkan prestasi anak – anak mereka di sekolah. Alasan ini sangat masuk akal karena jika anak belajarnya tidak terganggu selama di rumah, pelajaran di sekolah pun akan cepat ditangkap karena matanya tidak lelah dan masih dapat berkonsentrasi karena tidak ada gangguan.


Dalam rangkaian acara launching Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics ini, ada talkshow bermanfaat soal kesehatan mata bersama dr. Rina La Distia Nora, SpM(K), PhD, perwakilan dari Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Dikemukakan fakta bahwa orang dewasa kini, lebih perhatian ke kesehatan dan kebugaran tubuh dibanding memeriksakan matanya secara berkala. Padahal, mata merupakan panca indera yang sangat vital dan menjadi utama karena semua hal keputusan, wawasan dan lain sebagainya dapat ditangkap melalui media mata.

Mata menjadi jendela dunia. Maka penting untuk diprioritaskan juga selain prioritaskan kebugaran tubuh supaya menjadi langsing.

Berikut rangkuman saya dari hasil menyimak paparan dr. Rina. Beliau menyatakan definisi WHO (World Health Organization) terhadap persoalan mata yang didefinisikan menjadi dua kategori. Yakni,

Visual Impairment Yaitu gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, Katarak dan Glaukoma.

Kebutaan, disebabkan oleh Katarak, Glaukoma, pengaruh usia dan kebutaan pada anak.

Jangan sepelekan pula kondisi Mata Lelah yang bahasa ilmiahnya disebut Asthenopia. Karena mata lelah dapat menyebabkan nyeri pada mata, mata berair, perasaan panas seperti terbakar, iritasi, pandangan ganda dan buram. Jika ini terjadi, produktivitas pun akan terganggu dan segala aktivitas tak akan berjalan lancar.

Dr. Rina mengungkapkan fakta bahwa Asthenopia bisa terjadi pada orang dewasa dengan kisaran 75 - 90% nya dari akibat aktivitas kebanyakan di depan visual display terminal dalam waktu yang lama.
Adapun pengaruh suhu udara, misalnya dari AC yang menyebabkan mata kering, harus ada penanganan juga. Misalnya pakai obat tetes mata yang aman dan direkomendasikan, hindari iritasi debu.

Mata setidaknya perlu di skrining rutin untuk memeriksakan kesehatannya secara menyeluruh. Untuk usia 40 tahun ke atas, usahakan skrining mata setiap 5 tahun sekali sedangkan untuk 65 tahun ke atas, usahakan skrining mata setiap 1-2 tahun sekali. Dan untuk anak – anak 3 kali sebelum usia sekolah dengan urutan, usia 6 bulan, 2-3 tahun dan sebelum sekolah.

Menutup presentasinya, dr.Rina mengemukakan tips kesehatan mata untuk anak maupun dewasa, menurutnya pencahayaan yang baik sangat penting saat membaca atau melakukan aktivitas lainnya. Untuk anak - anak sebaiknya perbanyak aktivitas outdoor sedangkan untuk dewasa, hindari paparan sinar UVB, merokok dan pakai pelindung mata saat bekerja.

Kesimpulannya, kesehatan mata dapat dijaga dengan baik melalui cara yang diawali sederhana, seperti menjaganya dengan perilaku menghindari potensi mata lelah, iritasi dan lain sebagainya dan jangan lupa soal investasi penerangan di rumah dengan menggunakan bohlam yang sesuai standar terekomendasi serta dapat menyehatkan dan melindungi mata dengan maksimal. Seperti inovasi Bohlam Philips MyCare LED dengan teknologi Interlaced Optics ini.

1 comment:

  1. teknologi menarik nih buat di ruang belajar. Bohlamnya tetap terang kan? Soalnya LED yang biasa menurutku lebih redup.

    ReplyDelete

@templatesyard