Kenangan Menjadi Staff Wanda Hamidah di DPRD DKI - Dunia-Spasi

Thursday, 19 February 2015

Kenangan Menjadi Staff Wanda Hamidah di DPRD DKI

Kantor DPRD DKI Kebon Sirih
Tak pernah menyangka sedikitpun saya pernah bekerja untuk seorang anggota DPRD DKI, Wanda Hamidah. Reputasi sang anggota dewan ini, selain politikus juga seorang artis multitalenta terkenal sejak era 90-an. Dan setiap gerak geriknya banyak disorot media. Hampir menjadi media darling.

Saya baru menyadari sekarang, bahwa hal ini cukup takjub buat saya pribadi, walau menurut orang lain dirasa biasa saja. Mengapa bagi saya hal ini takjub? Karena saya penggemar Wanda Hamidah sejak SD. Saya langganan Majalah Bobo, di sana ada lomba foto dengan tema "Aku dan Barbie" Wanda memenangkan kompetisi ini karena fotonya menarik, Wanda dan Barbie nya memakai baju adat Bugis. Setelah itu, saya  mengikuti perkembangannya sampai remaja dan dewasa.

Masa remaja, Wanda wara wiri di majalah remaja menjadi bintang sampul atau bintang iklan, bahkan menjadi model video klip. Yang paling saya suka, ketika ia membintangi video klip Yana Yulio berjudul "Selamanya Cinta" dan "Lepaskanlah" di situ cantik banget, anggun dan bersahaja. Cantiknya tak tertandingi, karena wajahnya perpaduan Arab, Ambon dan Betawi.

Beranjak dewasa, Wanda aktif di kegiatan kemahasiswaan sekaligus menjadi aktivis, puncaknya adalah ketika reformasi bergulir di bawah kepemimpinan Amien Rais. Wanda ikut menyerukan reformasi dan turun bergerak. Sampai menjadi saksi tragedi 1998. Saya maklum dengan kiprahnya di dunia perpolitikan. Karena Wanda sejak SD sudah mengidolakan Yasser Arafat. Sampai sedetail ini ya, saya ingat he..he..he...

Kesukaan saya terhadap Wanda Hamidah bukan lagi menyukai karena ia cantik, tapi saya suka karena smart , pekerja keras dan punya idealisme. Ia ringan tangan, suka membantu dan easy going. Masa kuliah, saya pernah menulis surat dan dibalasnya dengan memberikan tiga lembar foto pribadi, senang banget saya, apalagi dikasih nomor telepon rumahnya, sehingga saya sering ngobrol bukan hanya dengan wanda tapi dengan keluarganya juga. Tak heran, ketika bertemu langsung mereka , terutama Ibu Nini Hanifah, Ibunda Wanda, seperti tak asing dengan saya.

Setelah saya bekerja, di kantor saya sering mencari bio data Wanda, dan saya menemukan blog nya di blogdetik pada Tahun 2008 barengan dengan akun Facebook nya. Tahun  2009 akun twitter nya. Setelah saya follow, saya ikuti berita menyangkutnya. Semakin salut saya ketika ia terpilih menjadi anggota dewan dan semakin aktif di kegiatan kemanusiaan, diantaranya di Komnas Perlindungan Anak. 

Saya bersama Wanda dan Komunitas Jakarta Bergerak
Hingga suatu saat, Wanda dan Komunitas Jakarta Bergerak mengadakan acara bakti sosial dan talkshow dengan tema kanker payudara di sebuah mall di Jakarta. Tanpa ba bi bu, saya meluncur ke sana. Ketika bertemu, seolah sudah bertemu lama, kami ngobrol lama dan saling bertukar nomor kontak serta twitter saya di follback nya. Asyik!!!
dari sinilah jalan awal mula saya mengenal Wanda Hamidah lebih dekat. Karena saya seorang Blogger, saya punya tempat khusus sebagai alasan bisa menjadi bagian di Komunitas Jakarta Bergerak dan Komunitas Kami Anak Bangsa. Saya bisa membantu isi konten website kedua komunitas yang dibina olehnya. Tentu saja saya senang. Lalu, saya dikenalkan dengan banyak teman member kedua komunitas tersebut. Alhamdulillah semakin banyak teman.

Pulang dari suatu acara di daerah Sudiman
Awal Tahun 2013, setelah saya resign dari kantor tempat saya bekerja menjadi akunting, saya bekerja untuk Wanda Hamidah bukan untuk komunitas saja, kali ini saya menjadi staff nya. Membantu Staff Ahli DPRD DKI, yang sudah dipegang oleh Pak Dedi Ekadibrata. Apa pekerjaan saya? Selain mengelola media sosialnya, juga mengisi konten website. Tak hanya itu, jika ada tamu di kantor DPRD Kebon Sirih atau ketika menghadiri acara, di mana Wanda menjadi narasumber nya, saya pun ikut mendampinginya. 

Jika ada surat-surat pribadi yang masuk ke kantor, saya beberapa kali ditugaskan menyortirnya, mana yang layak ditindaklanjuti dan yang tidak. Menampung segala isue yang tengah marak di media, khususnya tentang Jakarta. Dan sesekali membuat naskah pidato serta presentasi jika Wanda menjadi narasumber suatu acara. Saya pun ditemani rekan Aji Wibowo selama beberapa saat. Sekarang Aji sudah sibuk mengelola media olah raga bersama temannya.

Saat libur di rumah pun kadang kami bekerja

Selama bekerja dengannya, banyak cerita menarik. Ada exciting tersendiri saat ikut mendampinginya rapat bersama fraksi-fraksi lainnya. Apalagi ketika meeting di Kantor Gubernur Bandung. Seumur-umur, walaupun saya lahir dan besar di Bandung, baru kali itu saya masuk ke ruangan kantor Gedung sate itu, sambil menyaksikan diskusi para pejabat dan anggota dewan. Saya kadang menyerap materi diskusi dengan baik, juga kadang dengan rasa kantuk dan boring hahaha.....tapi, ketika rasa boring hinggap, saya menelaah dengan cepat. "Heiiii......ini kesempatan buat kamu menyelami dunia politik secara langsung, ayo bangun!" Batin saya.

Hal menarik, ketika diskusi dengan pengurus Jakmania (Suporter Persija) di ruang meeting Kantor DPRD Komisi E Kebon Sirih Jakarta Pusat, saya melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa dibalik sebagian anggota-anggota Jakmania yang ganas terhadap Viking, ada pengurusnya yang edukatif dan tak terlihat brutal. Bicara dengan etika dan berisi, beda sekali sama sebagian anggota-anggotanya. dari sana, saya bisa memandang sisi lain tentang Jakmania.

Lebih berkesan lagi, saat saya diajak berbuka puasa bersama di rumah Pemimpin Muhamadyah, Pak Dien Syamsudin. Di sana berkumpul artis-artis yang selama ini cuma lihat di TV, ada Cici Tegal, Mediana Hutomo, Eksanti, Teuku Rafli, Teuku Rasya, Berliana Febrianti dan lain-lain. Saya saat itu tak menyadari bahwa moment itu istimewa, saking sibuknya kali ya ? Atau sok sibuk ha..ha..ha. Bisa makan satu meja, shalat tarawih berjamaah dengan imam Pak Dien Syamsudin serta ngobrol ngeriung sama artis-artis tersebut sambil menikmati takjil dan makan malam.

Ngobrol dengan Wanda itu asyik, suka lupa waktu...pernah saat mau ke Bali, kami makan bakso dulu di Airport, sambil asyik ngobrol, tahu-tahu ada pemberitahuan bahwa pesawat akan segera berangkat dan nama kami dipanggil. Buru-burulah kami lari-lari menuju pesawat. Mana pakai high heels lagi hahaha....sudah sampai pesawat, dipelototin penumpang lain. Keki deh...

Kejadian lucu lagi, ketika mendampinginya di suatu acara, di sini saya jadi tak bersahabat sama wartawan yang sering bertemu di event. Saya Blogger, ketika acara blogger yang suka barengan wartawan pastinya saya mengenal baik mereka. Tapi kalau sedang bekerja mendampingi Wanda, saya mendadak judes dan jaga jarak.

Ketika para wartawan itu ingin mewawancarai Wanda dengan memaksa, sedangkan mereka bertanya tak sesuai tema acara, ya kurang penting dong, lagipula masih banyak urusan lain dan kalau tanya-tanya soal pribadi (saat itu sedang heboh kasus Raffi Ahmad yang melibatkannya, padahal gak ada hubungannya sama sekali ) kalau selalu dijawab,akan menimbulkan masalah baru. Sebab sebagian wartawan suka melebih-lebihkan. Akhirnya, saya halangi mereka walau ngejar sampai lift. kalau sudah begitu, saya minta tolong security atau panitia acara buat menghalangi para wartawan maksa itu.

Beberapa jam kemudian, muncul notif facebook di BB kesayangan saya, ada teman  memberitahukan bahwa saya muncul di salah satu tayangan infotainment, sedang mendampingi Wanda di lift hahaha.....gak banget deh, masuk TV lagi super ribet jagain sang bintang.

Eh tapi, jangan salah.....saya juga termasuk baik hati kalau sama wartawan yang kalem dan sopan, biasanya kalau Wanda sedang buru-buru, saya suka menyarankan wartawan yang ingin wawancara mendatangi tempat acara berikutnya. 

Kesan saya terhadap kinerja Wanda Hamidah di DPRD DKI adalah pekerja keras yang sering turun ke bawah. Rajin mengunjungi daerah-daerah konstituen yang telah memilihnya serta wilayah-wilayah Jakarta lainnya. Konsisten memerhatikan anak dan perempuan serta straight untuk masalah pendidikan. Bukan karena saya pernah jadi staff nya terus saya bagus-bagusin lho... tapi memang Wanda Hamidah seorang anggota dewan yang memihak rakyat kecil. Di luar reses ( Kunjungan wajib anggota dewan ke masyarakat / kerja di luar sidang) , tetap melakukan kunjungan tanpa harus diinstruksi atau pencitraan, ia selalu disiplin dan bekerja dari hati. 

Bersama Ahok di Balai Kota (Masih Wagub DKI)
Contohnya, ketika masa reses selesai, Wanda tetap mengunjungi warga untuk menggalakkan penyuluhan anti penyalahgunaan narkoba dan kunjungan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian. Melakukan kegiatan sosial ke panti asuhan dan lokasi pembuangan sampah pusat Bantar Gebang kerap dilakukannya. Dengan menggandeng pihak lain seperti komnas perlindungan anak dan para aktivis kemanusiaan sesuai bidangnya.

Dari sana, saya terinspirasi ingin melakukan hal yang lebih dari sekadar membantu Staff Ahli DPRD, Setelah melalui beberapa proses, saya pun lolos jadi caleg (soal ini akan saya tulis tersendiri).
Saya mendapatkan banyak pengalaman berupa ilmu politik, wawasan lebih jauh pemahaman terhadap konstituen, banyak jalan kegiatan baksos, networking dan yang paling utama adalah impian saya ketika masih anak-anak dan remaja yang mendambakan ingin bertemu idola sudah tercapai, bahkan lebih dari harapan. Bukan saja sekadar kenal tapi bersahabat dan menjadi partner kerjanya. Subhanallah.....saya baru menyadari betapa hal ini patut disyukuri, seperti bonus yang diberikan Allah SWT. Bisa dibayangkan kan? Jika mengidolakan sejak lama, terus dikasih kesempatan bertemu langsung, malah sampai berhubungan terus dan menjadi bagian dari aktivitasnya, itu merupakan karunia tersendiri.

Walau di akhir masa jabatannya sebagai anggota dewan agak merenggang hubungan, akibat haluan politik kami berbeda arah, tapi tak lantas memutuskan hubungan silaturahim. Kami tetap berkomunikasi dengan baik dan saling menghargai pilihan masing-masing.

Wanda Hamidah, dalam kurun waktu 2013-2014 telah memberikan banyak warna untuk pengalaman hidup saya. Memberikan inspirasi dan semangat. Kami klop karena usia kami sama-sama di kelahiran 1977. Meskipun kami satu usia, saya tetap menghormati Wanda sebagai Ibu Dewan saat itu, makanya saya memanggilnya "Ibu Wanda". Sekarang kami sudah sibuk sendiri-sendiri dan jarang bertemu, paling sesekali menyapa di WhatsApp atau Bbm. Kenangan ini unforgettable Ibu Wanda Hamidah........rasanya tak cukup di satu posting buat cerita tapi segini cukuplah, garis besarnya.


Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan selama bekerjasama. Semoga sehat selalu dan terus berjuang untuk masyarakat luas walau sudah tidak menjadi anggota dewan. 







21 comments:

  1. Teh Ani keren deh.. Selama ini saya baru bisa melihat mereka2 lewat TV. Jadi tahu, kerja Ibu Wanda apa saja, karena yg begini2 jarang disorot media ya. Baru rame kalo ada yg salah2.

    ReplyDelete
  2. Satu pengalaman yang berharga dan luar biasa menurut dian teh, karena tidak semua orang bisa mengalaminya, dian salut sama teteh, sukses selalu dan satu kata buat teteh Kerennnn.....!!!

    ReplyDelete
  3. Awalnya grogi ga sih kalau sama artis2 itu. Saya jarang berani menyapa artis. Kalau bertemu ga berani mendekat..xizixi, takut mati gaya, ga tahu mau ngomong apa :)

    ReplyDelete
  4. Keren teh. Dari idola terus menjadi dekat itu luar biasa ya teh. Bu Wanda hamidah cantik.

    ReplyDelete
  5. Baru tau nih Mb Ani pernah jadi tim nya Wanda Hamidah. Iya, Wanda itu cantik dan smart. Juga ga mau ngeladenin gosip. Dia gak suka koar2 masalah pribadi.
    Nunggu postingan Mb Ani yg jadi caleg itu dooonkk :)

    ReplyDelete
  6. Waaa, tak menyangka mbak Ani pernah bekerja sama dengan Wanda Hamidah. Terus terang saya mengenal hanya lewat iklan sabun Lux, sangat anggun dan cantik, seorang Wanda Hamidah

    ReplyDelete
  7. Nice and sweet experience pastinya ya mbaa..... ;-)

    ReplyDelete
  8. Ah kereeen emang! Saya pernah jadi manager pribadinya salah satu artis ex girlband tapi mundur. Nyerah sama jam kerjanya hiks

    ReplyDelete
  9. Wah senangnya mak bisa mengikuti kehidupan politik langsung bersama Wanda Hamidah. pastinya banyak pengalamannya ya mak

    ReplyDelete
  10. Wow, semangat Teh Ani mengejar mimpi juga jempol deh. Sisi lain dari Wanda Hamidah saya dapatkan di sini. Maju terus Teh

    ReplyDelete
  11. Pengalamannya Mba Ani banyak, ya.
    Semoga terus menebar manfaat, Mba :)

    ReplyDelete
  12. Wow pengalaman yang amazing mbak, boleh dunk mbak nitip salam bwt ibu wanda hamidah :D

    ReplyDelete
  13. Dan aku beruntung dapat kecipratan itu..hihi. Ketemu Wanda Hamidah berkat Teh Ani ^^

    ReplyDelete
  14. mbak Ani Berta emang keren polll :)

    ReplyDelete
  15. Wanda itu kece ya cantiknya alami ^_^ #gagalfokus

    ReplyDelete
  16. Keren sekaliii acitivity mu mak Ani :)
    Sangat berwarna..

    ReplyDelete
  17. ups...

    baru tahu bu saya :)
    eh cerita dong bu, soal waktu mau jadi caleg kemaren?
    saya juga baru tahu pas di bnn bulan lalu

    *request

    ReplyDelete
  18. Keren teh Ani..
    Mudah2an teh Ani lebih sukses dari mba Wanda.. Amieeeeennnnnnnnnnn
    Jadi curiga nih, bagi pengalaman lain di dunia politik atuh teh hihi

    ReplyDelete
  19. wow, pengalaman yang tak terlupakan ya mbak .. asyik banget bisa kerja sekaligus dapat ilmu baru n ketemu banyak orang ... kereeen

    ReplyDelete
  20. saya suka senneg kalau lihat perempuan itu udah cantik trus pinter. Enak aja ngelihatnya :)

    ReplyDelete

@templatesyard