Masa Depan Cerah berkat Sehat Ibu dan anak - Dunia-Spasi

Thursday, 9 February 2012

Masa Depan Cerah berkat Sehat Ibu dan anak

Masalah kekurangan nutrisi di Indonesia sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang perlu banyak perhatian, terutama bagi ibu hamil, menyusui, pasca melahirkan dan bayi serta balita.

Faktor masalah gizi buruk ini disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat terutama untuk ekonomi menengah kebawah yang kurang mendukung pengadaan gizi yang cukup, walaupun kini telah digembar gemborkan kampanye anti gizi buruk dan penyuluhan tentang gizi, jika pengadaan bahan makanan yang mengandung gizi cukup itu tak tersedia, masalah ini akan tetap ada dan tidak ada penyelesaian, apalagi jika lokasi para penderita gizi buruk tersebut letaknya di pelosok desa yang sulit terjangkau para relawan gizi buruk.

Solusi dalam memerangi keadaan gizi buruk terhadap ibu dan anak, dapat dibagi dalam dua kelompok sebagai berikut :

1. Untuk masyarakat menengah keatas :
Untuk kalangan menengah keatas, untuk penyediaan bahan makanan bergizi sudah bukan masalah, karena mungkin sudah mampu terpenuhi dari keadaan ekonomi yang sudah cukup, bisa membeli bahan makanan yang bergizi dan dibutuhkan, jadi yang dibutuhkan adalah :
  • Meluaskan dan menyebarkan pengetahuan tentang sumber gizi apa saja yang dibutuhkan bagi ibu hamil dan calon bayinya kelak, bisa melalui media online, penyuluhan offline atau melalui buku dan pamplet yang disebarluaskan oleh suatu instansi yang relevan bekerjasama dengan masyarakat secara langsung.
  • Untuk Pasangan baru menikah, bisa diberi masukan agar calon ibu selalu didukung oleh suami atau lingkungan sekitarnya, agar selalu mengonsumsi makanan sehat, tidak banyak mengandung bahan kimia dan selalu kontrol organ tubuh yang ada hubungannya dengan kehamilan.
  • Kesadaran calon ibu sendiri harus selalu dimunculkan dengan terus di suggest oleh siapa saja dan dimana saja, atau melalui pesan layanan masyarakat, bahwa mengonsumsi makanan yang bergizi akan berdampak bagi kebaikan semuanya, terutama ibu dan anak.
  • Adanya penyuluhan rutin tentang pengetahuan gizi untuk ibu dan anak, yang di koordinir oleh setiap daerah yang berkesinambungan.
2. Untuk Masyarakat Menengah kebawah, keempat poin di penjelasan no 1, untuk menengah keatas berlaku juga untuk penanggulangan terhindarnya gizi buruk terhadap ibu dan anak, namun untuk masyarakat menengah kebawah, ada tambahan poin sebagai berikut :
  • Pemerintah atau badan atau instansi yang bersedia membantu penyediaan bahan makanan bergizi rutin bagi masyarakat miskin, dan masyarakat pelosok yang kurang mampu memperoleh bahan makanan bergizi tersebut secara rolling, dan berkesinambungan.
  • Para Kepala Keluarga berasal dari masyarakat kurang mampu, bisa diberi keahlian atau perbekalan ilmu agar bisa berwirausaha dan berpenghasilan layak untuk memenuhi makanan bergizi bagi keluarganya.
  • Ibu rumah tangga diberikan penyuluhan akan pentingnya konsumsi makanan bergizi, dan makanan bergizi tak harus mahal, dari sayuran dan lauk ala kadarnya pun bisa memenuhi gizi jika pengolahannya tepat dan sesuai.
  • Disetiap rumah dalam halaman luas maupun sempit, diusahakan ada warung hidup, yaitu halaman rumah yang ditanami beragam sayuran dan buah, bisa ditanah langsung, bisa juga dalam pot.
  • Kegiatan posyandu disetiap RT harus lebih berkualitas kegiatannya, dan dibuat kreatif agar ada magnet supaya masyarakat rajin memeriksakan perkembangan anaknya yang masih kecil secara rutin, dalam kegiatan posyandu ini sesekali ada penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak, dan ada demo memasak yang benar agar kandungan zat gizi tak hilang dari makanan.
Tips agar Ibu dan anak yang belum atau sesudah lahir sehat dan terhindar dari masalah kekurangan nutrisi :
  1. Makanan dan konsumsi lainnya saat ibu belum hamil maupun pada waktu hamil, tetap harus diperhatikan, jangan terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung zat kimia atau penambahan non alami, karena akan mengganggu sel-sel sekecil apapun dalam tubuh.
  2. Kebiasaan makan teratur dan istirahat yang cukup harus disiplin.
  3. Jika wanita bekerja, manfaatkan cuti melahirkan dengan maksimal.
  4. Bekerja sama dengan suami dan anggota keluarga lainnya agar selalu mencari referensi atau pengetahuan tentang gizi yang dibutuhkan.
  5. Ketika bayi lahir, berikan asi eksklusif dan kontrol perkembangan anak melalui pemeriksaan rutin yang diadakan posyandu atau bidan di klinik.

Semua upaya untuk membantu memunculkan kesadaran dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan pengetahuannya kepada masyarakat, tentunya harus berkesinambungan, jangan sampai berhenti ditengah jalan atau mogok karena sesuatu hal teknis yang sebenarnya dapat diatasi, jika suatu daerah tak sanggup melakukan semua itu, bisa bekerjasama dengan suatu instansi atau perusahaan, bahkan pemerintah.
Upaya mencegah terjadinya gizi buruk pada anak, juga keselamatan ibu saat mengandung sampai melahirkan, adalah tanggung jawab kita bersama, karena dengan mendukung program ini, setidaknya angka kematian ibu saat melahirkan atau pasca melahirkan akan berkurang.

Kondisi kesehatan ibu yang prima, akan berpengaruh pada perkembangan anak, karena ibu adalah yang berperan paling utama dalam mengurus dan memperlakukan anak agar terurus dengan baik juga agar anak sehat dan perkembangan mental serta kepribadiannya kuat.

Mari kita lakukan dukungan mengenai sosialisasi untuk mengentaskan gizi buruk dengan sesuatu yang bisa kita lakukan, baik secara online maupun offline, yang penting aksi nyata dan berkesinambungan, dengan demikian, jika para ibu sehat dan selamat, para generasi  pun akan semakin cerah masa depannya.

Dengan mengikuti Lomba Blog NuB ini juga salah satu upaya untuk mendukung program mengupayakan kesehatan ibu dan anak.



    1 comment:

    @templatesyard