Kondom, solusikah? - Dunia-Spasi

Tuesday, 10 January 2012

Kondom, solusikah?


Kampanye penyakit AIDS yang digelar dalam beberapa media juga dalam event, selain menjelaskan akibat dasar kenapa bisa terjadi penyakit mematikan itu, juga berisi petuah yang melarang hubungan seks bebas diluar nikah.
Sepintas, kampanye ini begitu bermanfaat dan pasti berguna sebagai referensi seluruh remaja juga orang-orang yang hidup di suatu tempat yang kemungkinan besar ada kans untuk tergoda berperilaku seks bebas atau pergaulan bebas yang melanggar norma, yang akibatnya penyakit kelamin serta AIDS akan menghampiri.

Tetapi ada yang dirasa kurang pas, saat penyelenggara membagikan kondom sebagai aksi kepedulian anti AIDS dan seks bebas, bukankah dengan membagikan kondom akan membuat image, bahwa pergaulan bebas itu dibenarkan dan dianggap syah di negeri ini? karena dengan kampanye membagikan kondom pada remaja atau orang yang belum resmi menikah, sama saja dengan mengijinkan untuk melakukan hubungan seks dengan cara memakai kondom.

Tak terkecuali, untuk para remaja, pekerja seks komersial atau siapapundan dimanapun, pembagian kondom untuk antisipasi pencegahan penyakit kelamin atau kerusakan kekebalan tubuh (AIDS) itu, sangat tidak efektif dan tidak tepat, karena yang dibutuhkan untuk menekan masyarakat agar bisa hidup sehat dan terhindar dari segala kemungkinan berpenyakit mematikan itu, adalah kesadaran dari masing-masing individunya.
Jika memang ada yang perlu melindungi dirinya dari penyakit mematikan saat berhubungan seks dengan kondom, silakan saja, mungkin itu urusan pribadinya dan beli dengan biaya sendiri atau dia peroleh sendiri, yang jadi masalah adalah, suatu instansi, organisasi atau individu, tak perlu melakukan kampanye anti AIDS dan pergaulan bebas dengan aksi bagi kondom, karena hal ini bukanlah sasaran yang tepat.

Memang untuk menimbulkan kesadaran individu agar jauh dari perilaku dan kehidupan seks bebas perlu kerja keras, namun dan ketelatenan, mulai dari memberi penyuluhan, penjelasan secara personal, juga mengarahkan kepada hal yang lebih bermanfaat untuk hidupnya, tetapi cara ini adalah lebih tepat jika diterapkan pada negara yang menjunjung tinggi nilai ketimuran, berdasarkan agama serta adat budaya nenek moyang yang beradab.

Kondom bukan alat yang tepat jika untuk perlindungan jangka panjang bagi generasi ke generasi untuk terhindar dari penyakit AIDS juga penyakit lainnya, yang perlu digarisbawahi adalah :

1. Peran Orangtua dan keluarga dirumah yang senantiasa membimbing dan jadi partner dalam suasana apapun, dengan ini,anak akan selalu merekam kuat pesan orangtua yang positif ketika terjun di lingkungan atau ditempat yang sering anak tongkrongi atau datangi.
2. Menjadikan agama sebagai dasar hidup dan pondasi yang kuat sejak dini, dan benar-benar konsisten dari hati mengerjakan ibadah yang bukan hanya ritual saja, namun dengan segala aspek kehidupan.
3. Pendidikan seks yang continue dan sesuai tahapan pada anak dan remaja dirasa perlu.
4. Memberi kebebasan berekspresi pada anak dengan kontrol yang tidak mengekang atau menggurui.
Dengan menerapkan pola hidup yang beraturan namun tak mengekang, mungkin akan membuat anak atau masyarakat luas akan bisa melakukan kesadaran penuh untuk tidak berbuat hal yang melanggar norma agama, etika dan budaya, dengan begini, tak hanya sementara untuk melindungi atau mencegah penyakit AIDS dan lainnya, namun bisa menjadi filter agar tetap terjaga dikala ada godaan atau kesempatan yang memudahkan terjadinya perbuatan terlarang tersebut.
Cara efektif adalah kembali kepada agama yang dianut dan kembali pada didikan keluarga dirumah.

Kondom bisa buat alternatif kesehatan atau kepentingan bagi suami istri yang syah atau keadaan yang ada term and condition yang ada peraturannya untuk pemakaiannya, jadi kalau bisa, penggunaan kondom pun harus bagi orang yang tepat, bukan untuk disebarluaskan dan digunakan oleh orang yang tidak tepat bahkan belum saatnya menggunakan.








4 comments:

  1. maklumlah yang bagi2kan dari pihak asing mbak, hehehe

    ReplyDelete
  2. Tergantung memposisikan diri kita melihatnya dr sudut pandang yg mana :) #imho
    Karena kalau menilik di lapangan, pendekatan tdk bisa ekstrim membawa masalah agama dan prinsip :)

    ReplyDelete
  3. idealnya sih memang seperti yang mbak sebut diatas. Namun,dilapangan, saat ini, seks bisa ada dimana-mana. Nah mungkin karena dianggap sudah gawat, ditambah lagi karena ingin menyelamatkan generasi, terutama wanita, pebagian kondom itu dilakukan. mungkin sekedar cendra mata supaya selalu ingat.

    ReplyDelete
  4. yah itulah pergaulan jakarta dan indonesia, kebanyakan sudah mengikuti kebudayaan amerikan. sehingga walaupun tau seks bebas itu sangat berbahaya tetapi tetap dilakukan

    artikel saya Awet Muda dengan Sengatan Lebah

    ReplyDelete

@templatesyard