Memelihara Kucing Harus Berkomitmen - Dunia-Spasi

Wednesday, 23 August 2017

Memelihara Kucing Harus Berkomitmen

Peluncuran Buku "Solusi Permasalahan Kucing" Karya Cacang Efendi dan drh.Widya Setiawati

Pertimbangan saya menghadiri acara #CatloversDay sekaligus peluncuran Buku Solusi Permasalahan Kucing di function room Gramedia Matraman pada 19 Agustus 2017 ini, bukan karena saya pencinta kucing. Saya sendiri tidak mau memelihara kucing di rumah bahkan ketika anak saya merengek ingin memelihara kucing, saya bersikeras tidak mengizinkannya.
Saya tidak tertarik untuk memelihara kucing bukan karena jijik atau benci tapi lebih ke komitmen. Saya kurang komitmen untuk memelihara binatang di rumah. Dari pada kucingnya kenapa-kenapa akibat tak terurus, sebaiknya saya tegaskan bahwa saya tak mampu memelihara binatang di rumah khususnya kucing.

Lalu, kenapa saya mau gabung di acara ini? Karena saya ingin tahu tentang seluk beluk kucing dan hubungannya dengan manusia. Isu toksoplasma yang sering digeneralisir pada kucing pun membuat saya penasaran karena saya selalu bertanya “Masa iya sih semua kucing berbahaya? Apakah toksoplasma itu ada pada semua kucing? Lalu kucing yang bagaimanakah yang layak dipelihara? Semua itu terjawab dalam talkshow bersama penulis buku “Solusi Permasalahan Kucing” Cacang Efendi dan drh.Widya Setiawati.

Cacang Efendi adalah pendiri Komunitas Sukses Beternak Kucing Ras (SBKR) dan President Cats Fanciers Society of Indonesia (CFSI). Ia menulis buku ini sebagai pemenuhan kebutuhan para anggota komunitasnya yang sering konsultasi tentang permasalahan kucingnya. Untuk menjawab secara detail dan sekalian, maka Ia menuliskannya dalam satu buku agar bisa dibaca dengan leluasa.
Isi buku tersebut berdasarkan pengalamannya memperlakukan kucing serta try and error selama memenuhi kebutuhan kucing yang tepat sehari-hari.

Menurut Cacang, memelihara kucing itu tidak segampang yang terlihat. Harus tahu sampai dalam karakter kucing karena kucing itu sensitif dan punya karakter. Majikan harus bisa membaca kira-kira bagaimana perlakuan yang tepat untuk kucing tersebut. Mulai dari membersihkannya, memberi tempat yang nyaman, menyediakan menu yang tepat hingga menyediakan nutrisi untuk perbaikan gizinya karena berpengaruh pada pertumbuhan bulu dan kesehatannya.

Berbicara kesehatan, drh.Widya Setiawati mengungkapkan bahwa memelihara kucing memerlukan komitmen kuat. Harus mau mengerjakan berbagai hal besar maupun printilan. Karena jika salah sedikit saja treatment pada kucing, bisa berakibat fatal. Misalnya, saat memberikan obat pada kucing sakit, sebaiknya konsultasi kepada dokter hewan atau ahlinya terlebih dahulu.

“Tidak boleh langsung memberikan obat sembarangan walaupun itu herbal. Karena kucing bukan manusia.” Ujarnya.

Dokter Widya sendiri awalnya tidak berniat membuat buku tapi hal terpikirkan setelah dirinya banyak sharing tentang kucing di akun media sosial pribadinya dan banyak followers nya yang menanggapi bahkan berkonsultasi melalui reply atau japri di akun medsos-nya.

Kolaborasi penulisan buku ini tentunya saling melengkapi, mengingat pengalaman dari Cacang Efendi digabung dengan dasar ilmu dari drh.Widya. Ini sangat cocok dan terverifikasi mengingat untuk melakukan segala sesuatu itu harus berdasarkan ilmunya dan drh.Widya memberi input secara keilmuan untuk kesehatan fisik dan jiwa si kucing. Sementara Cacang Efendi berbagi dari sisi pengalaman yang selama puluhan tahun bergelut bersama kucing-kucing peliharaannya dan suka dukanya dalam mengelola komunitasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu catlover, Annisa Rania Putri membagikan pengalamannya memelihara kucing. Pemilik kucing ras exotic, sphinx, scottish fold dan british short hair ini mengemukakan bahwa banyak orang yang ingin memelihara kucing karena saat enaknya saja. Seperti menikmati keindahan dan kelucuannya sementara hal-hal terburuk yang dialami kucing banyak yang menghindarinya dengan memberikan, membuang atau menyuruh orang lain untuk merawatnya.

“Ketika memutuskan untuk memelihara kucing, sebaiknya berkomitmen dulu dan pribadi kita harus ada di dekat kucing, walaupun hewan, kucing mempunyai perasaan dan kondisi-kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian khusus. Seperti saat sakit, rewel atau bad mood.”

“Banyak juga yang ingin memelihara kucing dengan maksud pamer atau pencitraan saja tanpa mau hadir secara jiwa untuk bersama si kucing. Benar-benar kucing dijadikan objek untuk kepuasan sepihak saja tanpa memerhatikan kebutuhan-kebutuhan secara menyeluruh.” Tambah Annisa.

Buku wajib para pemelihara kucing

Buku “Solusi Permasalahan Kucing” ini diterbitkan oleh Penebar Swadaya milik Yayasan Bina Swadaya. Dan Catlovers Day didukung penuh oleh Purina Proplan, Purina Friskies, Purina Fancy Feast, Setia, Bhineka Catterry, Catlovers, Penebar Swadaya, Patz, Trubus.id, dan Gramedia.

Untuk saya sendiri, mengikuti workshop ini bermanfaat sekali, selain mendapat wawasan tentang kucing saya pun jadi tahu bagaimana seharusnya memperlakukan kucing dengan baik, apakah itu kucing liar atau kucing peliharaan. Setidaknya saya bisa memberi saran sama teman atau saudara pencinta kucing dalam memperlakukannya.

9 comments:

  1. Salam meong kak. Banyak informasi yg bisa kita dpt ya seputar kucing

    ReplyDelete
  2. Saya jadi lebih terbuka dan tahu memperlakukan kucing sy dirmh. Info yg sangat bermanfaat, karena kucing jg mempunyai hak hidup yg sama seperti kita, jadi ketika kucing sakit, saya akan membawa nya kedokter hewan agar mendapatkan obat yg tepat.

    ReplyDelete
  3. acaranya yang menarik ya teh, bukan hanya untuk pecinta kucing tapi juga buat yang baru akan memelihara kucing..

    ReplyDelete
  4. Di kostan saya banyak kucing, bukunya pasti bisa bantu saya kalau ada permasalahan sm kucing. :D

    ReplyDelete
  5. Yup setuju, komitmen memang penting, kasihan kan kalau kucingnya gak keurus. Btw talkshownya keren banyak banget ngasih ilmu.

    ReplyDelete
  6. Dulu-dulu aku memelihara kucing ya pelihara saja, waktu sakit juga diobati semampunya. Tapi setelah ada Nero ada rasa sedih ketika ia tak berdaya maka kuupayakan ke dokter hewan. Rupanya meski lama memelihara kucing ada banyak hal yang belum kuketahui tentang mereka. Salam mba Ani.

    ReplyDelete
  7. Dan saya gemees banget liat kucing-kucing yang datang. Pengen diculik aja tuh kucing hahaha ..tapi saya kasian juga sih, takut gak keurus ntar hehe

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya mereka semua yang tidak suka pada kucing jauh dilubuk hati paling dalam pasti ada keinginan ingin mengelusnya

    ReplyDelete
  9. sebenernya saya juga suka sama kucing, tapi kalau untuk memelihara kayanya ngga deh. Soalnya selain takut ngga keurus, saya kok masih parno kalo mereka nantinya buang air sembarangan. Anakku yang paling kecil ini suka banget sama kucing, sampai bilang pengen punya segala tapi ngga aku iyakan. Masih kebayng ribetnya ngurus kucing :)

    ReplyDelete

@templatesyard