Cara Memberi Asi Bagi Wanita Bekerja - Dunia-Spasi

Monday, 17 June 2013

Cara Memberi Asi Bagi Wanita Bekerja



Wanita dituntut untuk mempertajam multitaskingnya demi kecerdasan dan membentuk kualitas  generasi penerus. Salah satunya menyempatkan memberikan ASI Eksklusif bagi bayinya sampai usia 6 Bulan. 

Masih banyak wanita dan keluarga yang kurang menyadari pentingnya pemberian ASI Eksklusif dalam jangka waktu 6 Bulan. Kurangnya kesadaran ini, bisa jadi akbat dari kurangnya wawasan dan pengetahuan manfaat ASI bagi bayi dan Batita. Maka sebuah portal yang banyak mengedukasi segala hal bagi perempuan, yakni dariperempuan.com didukung penuh oleh NUK Indonesia. Berinisiasif memberikan acara edukasi dalam bentuk Talkshow. Bertajuk “Breastfeeding While Working” yang diselenggarakan di Rumah sakit Pondok Indah Purii Indah Kembangan Jakarta Barat.

dr.Jeanne sedang memberikan penjelasan

Kiri : Angel Karamoy . kanan : dr.Jeanne Roos Tikoalu, SpA
Dengan Narasumber dr.Jeanne Roos Tikoalu, SpA seorang konselor Laktasi yang juga dokter spesialis anak di beberapa Rumah Sakit di kawasan Jabodetabek. Dipandu oleh Moderator Angel Karamoy.
Dr.Jeanne mengatakan “Bayi akan mendapatkan gizi terbaik dari ibunya melalui ASI yang diberikan secara tepat. Maka para ibu sangat penting mengetahui bagaimana cara dan posisi yang benar ketika memberikan ASI.” Tambah dr.Jeanne.

Dalam talkshow ini dipaparkan beberapa cara mendapatkan ASI yang banyak, diantaranya adalah, dengan menyusui bayi segera setelah lahir, pelekatan yang baik (Jangan menggunakan puting buatan), berikan ASI eksklusif, Berikan ASI sesuai keinginan bayi (1-3 jam) dan susui bayi pada malam hari. Sebab pada malam hari prolaktin diproduksi lebih banyak. 

“Kerjasama dan komunikasi yang baik bersama suami dan anggota keluarga akan memberikan dukungan penuh terhadap pemberian ASI pada buah hati, seluruh elemen keluarga wajib saling memberi support dalam hal ini.” Tutur dokter lulusan UNIKA Atmajaya ini.

dr.Jeanne mengatakan  “Posisi yang baik akan menjadi pelekat yang baik pada payudara. Makanan bergizi tinggi bagi ibu menyusui juga adalah suatu keharusan.” Tandasnya.

Berikut adalah posisi yang benar memberikan ASI dari penjelasan dr.Jeanne :

1.       Dalam 1 Garis lurus : Telinga, Bahu dan Paha
2.       Dekat dengan Ibu
3.       Disangga seluruh badan
4.       Muka menghadap ke payudara, hidung ke puting.

“Bagi ibu-ibu yang beraktivitas diluar rumah dan harus tetap memberikan ASI, banyak cara yang bisa dilakukan. Dan tetap bisa memberikan ASI bagi buah hati di rumah. Kerjasama yang baik dengan keluarga dan lingkungan setempat diperlukan dalam hal ini.” Dr.Jeanne menjelaskan.

“Yakinkan bayi mau minum ASI dari cara lain selain dari payudara. Dengan bantuan ayah, nenek atau saudara di rumah.” Tambah dr.Jeanne

Saat ibu bekerja, bisa memerah ASI di kantor atau dimanapun berada. Hal-hal yang mendukung ibu memerah ASI ketika ditempat kerja adalah, ruangan memerah nyaman, ada perlengkapan memerah ASI dan adanya dukungan dari pimpinan perusahaan.

Jika belum ada fasilitas, para iibu ada baiknya berembuk dengan pihak terkait agar di lingkungan tempatnya bekerja disediakan ruangan laktasi.

Berikut pedoman penyimpanan ASI menurut pedoman HMBANA 2006 ( Human Milk Banking Association of North America) :

1.       Suhu 25 derajat Celcius = 4 Jam
2.       Suhu 15 derajat Celcius / Cooler isi es batu = 24 Jam
3.       Suhu 4 derajat Celcius = 8 Hari
4.       Di Freezer / Lemari Es = 3-4 Bulan
5.       Freezer Compartment -5 derajat Celcius = 3 Bulan
6.       Suhu -20 derajat Celcius / deep freezer = 6 Bulan

Betapa pentingnya ASI demi kesehatan bayi dalam jangka panjang ini,  menjadikan kewajiban yang harus dipenuhi oleh Ibu ,keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ASI tersebut. Bahkan tercantum dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Bab 1 Pasal 1.

Selayaknya bayi memperoleh ASI eksklusif selama 6 Bulan dan diberikan makanan pendamping setelah 6 Bulan pertama. Dilanjut pemberian ASI sampai usia 2 Tahun.
Mari kita galakkan ASI bagi buah hati dan generasi penerus agar tercipta Bangsa yang cerdas.

1 comment:

  1. keren reportasenya mak :) aku belum nulis heheheh

    ReplyDelete

@templatesyard