Magnet Kuliah Doktoral dari Dua Perempuan Inspiratif - Dunia-Spasi

Saturday, 3 January 2026

Magnet Kuliah Doktoral dari Dua Perempuan Inspiratif



Dr. Laely Indah Lestari, S.Sos., M.I.Kom

Bukan sebuah kebetulan saya mendapatkan suluh semangat untuk education plan selanjutnya, selesai wisuda Magister Ilmu Komunikasi, beberapa minggu kemudian, saya mendapatkan undangan dari teman saya Mba Laely Indah Lestari, untuk menghadiri sidang doktoralnya di Universitas Padjadjaran Bandung. Tentu saja senangnya bukan main, karena ikut bahagia dengan kelulusannya. Namun pekerjaan saya gak bisa ditinggalkan, seketika kesempatan untuk menyerap energi semangat S3 nya sirna, huhuhu padahal pengin banget hadir. Sekaligus kontemplasi, siapa tahu kan saya bisa ketarik energinya buat lanjut S3 di Unpad!

Namun, kekecewaan itu terobati dengan melihat postingan di Instagram Mba Laely tentang update kelulusannya, dan Mba Laely juga mengirimkan buku disertasi beserta suvenirnya. Senang banget saya! Karena bisa sekaligus belajar dari mencerna disertasi Mba Laely yang mengangkat tentang wastra Indonesia di Sumba sebagai objek penelitiannya. 



Mba Laely adalah sosok inspiratif dengan segudang kesibukannya. Mulai dari Ibu Rumah Tangga dengan dua anak, Ibu Bhayangkari, mengelola usaha fashion, traveling, hingga kuliah dan kegiatan-kegiatan lainnya. Mba Laely pandai memanfaatkan privilege-nya dengan baik sehingga waktunya sangat bermanfaat untuk dirinya juga banyak orang. Dalam berbagai karyanya, Mba Laely juga selalu totalitas. 

Saya sangat antusias mengikuti perkembangan karyanya karena energinya begitu besar dan terarah. Patut dicontoh oleh anak-anak muda. Yang luar biasanya lagi, Mba Laely juga kerap membawa nama baik Indonesia di kancah internasional melalui berbagai ajang fashion di beberapa negara, salah satunya Eropa. Mba Laely memperkenalkan wastra Indonesia melalui olahan fashion kekinian. tentu saja hal ini sangat membantu para pengrajin kain tenun di Indonesia untuk selalu produktif dan karyanya mendunia.


Amanda Katili Niode, Ph.D



Tak lama dari kabar Mba Laely, saat saya menghadiri undangan bedah buku bersama Sinkola Indonesia, saya sudah tertarik dengan sebuah buku sersampul biru muda berjudul "Dalam Dekapan Zaman-- Memoar Pegiat Harmoni Bumi" yang tebalnya hingga 420 halaman. Saat talkshow berlangsung, Ibu Amanda membawakan presentasinya dengan storytelling yang sangat memikat. Bercerita tentang kegiatannya sebagai pejuang lingkungan dalam berbagai lingkup organisasi dan institusi. Sambil mendengarkan ceritanya, saya mencari informasi melalui mesin pencari tentang Ibu Amanda ini, dan WOW! jam terbangnya sebagai pegiat harmoni bumi boleh dikatakan legend! Langsung menjura dan semakin antusias mendengarkan ceritanya selama talkshow.

Uniknya lagi, Ibu Amanda menghubungkan lingkungan dengan kuliner, menurutnya materi soal lingkungan sebaiknya dikemas semenarik mungkin agar audiens dapat mencerna informasi dengan mudah. Kadang hal berat sering terabaikan untuk dibaca atau disimak, karena cenderung membosankan dan audiens tidak merasa ada urgensi terhadap informasi tentang lingkungan atau iklim. Paling hanya orang tertentu saja yang akan berusaha mencernanya. Maka dari itu, Ibu Amanda yang hobi kulineran, mengelaborasikan kontennya dengan isu lingkungan. Tertarik membaca? Bisa langsung order bukunya melalui DM Instagram pribadinya @amandakatili.

Ibu Amanda juga bercerita perjuangannya menyelesaikan S3 nya di Amerika yang harus meninggalkan anak-anak dan suaminya di Indonesia, ditambah berbagai perjuangan yang sangat masif di negara tersebut. Hal ini menjadi gambaran juga untuk saya jika suatu saat saya memperoleh kesempatan lanjut S3, setidaknya saya sudah memahami bagaimana proses dan effort yang harus dijalankan.

Inspirasi dari dua perempuan hebat dan tangguh dalam perjuangan sesuai bidangnya hingga mampu membawa nama Indonesia melalui karya masing-masing, menjadi role model yang patut diambil berbagai sisi positifnya. Doakan saya bisa S3 juga dalam waktu dekat ini ya, Teman-teman.

1 comment:

  1. Salut sama blog ini masih aktif... banyak yg sudah hiatus

    ReplyDelete

@templatesyard